WAE REBO - PERJALANAN MURAH DAN PENUH SEJUTA CERITA

00:37

Desa yang satu ini bukanlah desa biasa pada umumnya. Wae Rebo bisa dikatakan sebagai salah satu desa traditional paling indah di Indonesia serta sebuah surga yang tersembunyi seperti apa yang saya dengar dari teman yang pernah menginjakkan kaki disini.


Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo memberikan sejuta cerita dan kenangan yang tidak bisa saya lupakan bersama teman seperjalanan. Setelah mengabiskan perjalanan 4D3N di atas kapal dari Lombok menuju Labuan Bajo. Saya dan beberapa petualang lainnya melanjutkan perjalanan menuju desa yang tersembunyi dibalik gunung, tertutup awan tebal serta menawarkan keindahan pesona alam yang sebanding dengan lamanya perjalanan yang ditempuh.

LABUAN BAJO - WAE REBO!
Transportasi dari Labuan Bajo ke Wae Rebo tidak banyak pilihan untuk publik transportasi, yang paling praktis, efisien waktu dan juga biaya adalah sewa mobil untuk Labuan Bajo - Wae Rebo - Labuan Bajo lagi.

Biaya yang dibutuhkan juga tidak semahal yang di khawatirkan, terutama apabila kamu pergi b-4 atau b6 maka akan lebih murah, jadi tinggal menikmati pemandangan selama perjalanan dan tidur.

BIAYA!
SEWA MOBIL 3D2N IDR 2.6K / 2D1N 2.4K tidak berbeda jauh dan semuanya sudah inlclude BBM, UANG MAKAN, DRIVER & TIPS in case jika kamu mau menambahkan lagi. 
Bisa menghubungi Pak Ronald as our driver +62821 45456548

Waktu menunjukkan 07.00 AM, suasana di Labuan Bajo masih sangat tenang dan tidak terlalu banyak aktivitas serta kendaraan yang berlalu lalang. Perjalanan pun dimulai dengan menempuh jarak waktu 5-6 Jam tergantung dari berapa banyak stop yang dilakukan selama perjalanan.

Perjalanan menuju Desa Denge juga tidak semulus yang dibayangkan, terdapat beberapa jalan yang sangat rusak serta kecil menelusuri bukit-bukit dan rumah penduduk sekitar. Namun, sepanjang perjalanan ini juga kamu akan disajikan dengan keindahan hamparan sawah berwarna hijau serta pemandangan laut menuju desa denge.



13.30 PM - Akhirnya tiba di Desa Denge dan kami pun di antar ke Wae Rebo Lodge milik pak Martin yang juga merupakan salah satu titik point untuk kumpul selain di rumah pak Martinus. For me, rumah Pak Martin is bukan hanya sekedar tempat transit biasa, ini adalah penginapan mewah terbaik dengan harga yang murah, bayangkan dengan pemandangan sebagus ini hanya IDR 250.000/malam sudah include sarapan.






Sesudah menyantap makan siang yang sederhana nan nikmat ini, kami pun mulai melanjutkan perjalanan ke jembatan Wae Rebo dan pos 1. FYI, biasanya mobil bisa sampai dijembatan pos 1, namun sayangnya hari itu saya dan teman-teman dijegat / dihalangi oleh ojek sekitar supaya mobil saya tidak sampai di jembatan dan harus menggunakan jasa ojek mereka secara paksa sebesar IDR 100.000,-

Tentu kami menolak dan memberikan pelajaran ke mereka, akhirnya kami berjalan menuju jembatan mobil. Setibanya di jembatan, beberapa kawan saya baru naik ojek dari sana dengan harga standar yaitu IDR 25.000 hingga pos 1 namun saya tetap memutuskan berjalan kaki untuk mengetahui seberapa sulit medan yang ditempuh hingga ke desa Wae Rebo.

3,5  JAM MENUJU WAE REBO lewat 3 POS!
Pos 1 - Dari jembatan drop off mobil ke pos 1 naik ojek kalau tidak mau cape (10 menit naik ojek, 20 menit jalan kaki)

Pos 2 - Dari pos 1 ke pos 2 inilah kita sudah menelusuri hutan-hutan belantara hingga ke Desa Wae Rebo dengan medan daratan yang cukup berat bagi mereka yang tidak kuat dan tidak suka hiking, karena jalanannya menanjak terus hingga pos 3. Jadi pastikan kamu sudah menyiapkan air minum dan keperluan lainnya. Waktu yang ditempuh sekitar 1,5  jam. Di pos 2 ini juga kamu akan beristirahat dengan suguhan pemandangan alam yang mempesona dan memang spot yang bagus untuk mengabadikan moment.





Pos 3 - Merupakan pos terakhir, disini jalanannya lebih mudah dan landai, tidak terlalu menanjak dengan jarak tempuh yang sama +/- 1,5 jam. Namun sayangnya setibanya di pos ke 3 matahari sudah mulai terbenam dan jalanan mulai gelap. Disini lah pengalaman seru kami menuju Wae Rebo semakin menantang. Saya memandu didepan dengan hanya menggunakan lampu flash dari smartphone saya dan beberapa teman membentuk formasi dibagian tengah serta belakang melakukan hal yang sama untuk menghindari jurang disisi kanan jalan, sayangnya tidak bisa mengabadikan moment ini, karena sudah terlalu lelah dan gelap. Dan, bisa dikatakan kita team yang kompak!

WHY? karena salah satu dari kami ada yang memiliki kelebihan berat badan dan tidak terbiasa hiking, sehingga kami terus memberikan semangat dan motivasi supaya bisa bersama-sama sampai di puncak and HE DID it...  You know who when you see the picture below.



19.00 PM! FINALLY tiba di Desa Wae Rebo. Suhu udara sudah terasa dingin namun sejuk sekali dan kelelahan kami pun terbayar dengan disuguhi pemandangan langka MILKY WAY yang tentunya tidak mungkin terlihat di perkotaan besar seperti Jakarta dan sekitarnya. 

Sssttt... JANGAN FOTO DULU SEBELUM MELAKUKAN UPACARA oleh KETUA ADAT...
Kisah wae rebo ini akan berlanjut di post berikutnya ya untuk cerita-cerita magic serta sajian keindahan alamnya...

Courtesy photo taken by @RZWNAZHAR

Thank you for reading and ini adalah rincian detail biaya yang dikeluarkan.

BIAYA LABUAN BAJO KE WAE REBO CUMA IDR 855K
Mobil 2D1N IDR 2.400.000 / 6 person (INNOVA) = IDR 400.000,- per person (PP)
LUNCH DAY 1 at WAE REBO LODGE IDR 65.000,- per person
PENGINAPAN DI WAE REBO IDR 325.000,-
LUNCH DAY 2 at WAE REBO LODGE before heading back to Labuan Bajo IDR 65.000K.
TOTAL IDR 855.000K

That's all for now. If you need assistance and driver I recommend Mas Ronald as our driver +62821 45456548 (and he's still young jadi asik buat jadi driver).

KEEP IN TOUCH @EYOSLATTER



You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe